KULINER BAKSO MALANG DAN WARALABA

13 Feb 2020

Bakso Malang Dan Waralaba 



Kuliner bakso malang - Bakso merupakan salah satu ikon kuliner malang yang sangat dikenal berbagai kalangan masyarakat di nusantara, khususnya warga Malang. Layaknya primadona, wisata kuliner Malang ini banyak dijajakan di berbagai kota mulai dari pedagang kaki lima, kios, warung, depot, bahkan restoran.
Sehingga wisata Kuliner Malang yakni kuliner bakso malang tidak sulit dicari. Sajian bakso Malang juga sudah mulai dikreasikan hingga memiliki ciri khas sendiri untuk menarik minat pembeli.
Bakso Malang sendiri terdiri aneka bakso, pangsit isi, tahu, mi, bihun dan siomay. Anda juga bisa memilih dan mengombinasikan isi mangkuk wisata kuliner Malang ini sesuai dengan selera. Tanpa disadari, hal tersebut membuat pengalaman makan Bakso Malang menjadi menyenangkan.
Sementara untuk harga bakso Malang ini relatif terjangkau berkisar Rp 10.000 hingga Rp 25.000. Tak heran jika bakso Malang disukai segala kalangan, baik tua maupun muda. Nah jika ingin membuat wisata kuliner Malang ini di rumah juga bisa.
Bahan untuk membuat bakso Malang adalah 1 bungkus bakso ikan, 1 bungkus mi instan yang sudah direbus dan tiriskan, 1 bungkus kulit lumpia (isi 10), 1 bungkus tahu kulit (isi 10). Untuk bahan isi kulit dan tahu untuk bakso malang adalah 150 gr fillet ikan tenggiri, 6 sdm tepung tapioka, 3 sdm minyak wijen atau minyak sawit, 1 btr telur, garam secukupnya dan minyak goreng secukupnya. Sedangkan untuk kuah segar bakso Malang adalah 1 liter air, 2 siung bawang putih, ½ sdt merica, 1 sdt garam, dan 1 sdt gula pasir.
Nah, untuk cara membuat bakso Malang cukup mudah. Didihkan air, lalu masukan bumbu yang sudah dihaluskan beserta bakso ikan. Setelah bakso terlihat matang masukan gula dan garam, siap disajikan untuk kuah. Campur jadi satu bahan isi kulit, setelah adonan dapat dibentuk masukan kedalam kulit pangsit dan tahu kulit.
Bagi dua kulit pangsit yang sudah diisi, 5 untuk dikukus dan 5 selebihnya untuk digoreng. Setelah matang tata dalam mangkuk mie, kukusan tahu kulit isi, somay pangsit, pangsit goreng dan bakso ikan. Kemudian siram dengan kuah, sajikan dengan pelengkap (bawang goreng, daun bawang, kecap manis dan sambal rawit).
Bakso sendiri merupakan kuliner nusantara dari hasil asimilasi budaya Tionghoa dengan Indonesia. Kata Bakso berasal dari bahasa Tionghoa yang berarti daging cincang.

Baca Juga:

Memasak adalah Tentang Memberi Hati

Mendapati bakso Malang di ibu kota sudah hal yang sangat biasa, di mana-mana ada. Meski begitu, terkadang, cita rasanya pun berbeda-beda. Katanya sama-sama bakso malang, kok rasanya bisa berbeda-beda?

Kembali lagi, menghidangkan sebuah makanan tergantung dari hati (dan tangan). Tak peduli sepersis apapun resep yang digunakan, selama hati (dan tangan) yang mengolah berbeda, rasa yang keluarpun tak akan pernah sama.
Mengapa seseorang bisa jatuh cinta lewat makanan? Kalau kata Bapak, memasak itu bagian dari memberikan sepenuh hati kepada orang yang akan menikmati. Mereka memberikan yang terbaik di setiap proses hingga terhidang di tempatnya. Bukan yang penting bumbu masuk dan asal jadi. Dan Mamakmu melakukan itu.
Lho, tidak adil dong! Bagaimana dengan kami yang sedang belajar memasak? Kami memasak sepenuh hati tapi hasilnya tidak karu-karuan?
Belajar saja terus, jangan lupa untuk memasukkan seluruh isi hatimu di dalam masakan.Ngga percaya? Coba saja lihat orang yang sedang bersedih, galau atau sejenisnya. Hasilnya tidak akan berbeda jauh. Gosonglah, keasinanlah, terlalu asam, atau mungkin hasil akhirnya tak berbentuk. Hal ini juga terjadi pada hati yang merasakan sebaliknya. Memasak itu selalu tentang hati.
Kembali lagi tentang bakso Malang. Di beberapa tempat di Jakarta, makanan ini memang terasa sangat nikmat, yang paling sering saya kunjungi, bakso malang persis di depan stasiun sudirman di depan alfaexpress. Hanya Rp 15.000.
Nikmat? Versi saya, tentu. Versi yang lain, belum tau. Bukankah rasa juga tergantung selera?Di satu tempat, saya pernah membeli seporsi bakso Malang yang ketika saya makan pertama kali mulai kerja 2017 silam, hingga kini tempat tersebut tak lagi pernah saya injak kembali. Ini yang disebut bakso atau makanan asal jadi. Aroma bakso sangat tidak enak. Kemungkinan-kemungkinan pun muncul di dalam benak.
Jangan-jangan daging yang dipakai sudah tidak segar? Jangan-jangan, ini bakso yang diolah dari beberapa minggu lalu, ngga laku lalu dipanaskan kembali?
Ada banyak "jangan-jangan" yang muncul di benak ketika aroma daging baksonya saja sudah terasa tidak bersahabat.
Bakso President, Bakso Serbuan Wisatawan Domestik Saat Berkunjung Ke Malang.

Memasak adalah Tentang Memberi Hati

Mendapati bakso Malang di ibu kota sudah hal yang sangat biasa, di mana-mana ada. Meski begitu, terkadang, cita rasanya pun berbeda-beda. Katanya sama-sama bakso malang, kok rasanya bisa berbeda-beda?
Kembali lagi, menghidangkan sebuah makanan tergantung dari hati (dan tangan). Tak peduli sepersis apapun resep yang digunakan, selama hati (dan tangan) yang mengolah berbeda, rasa yang keluarpun tak akan pernah sama.
Mengapa seseorang bisa jatuh cinta lewat makanan? Kalau kata Bapak, memasak itu bagian dari memberikan sepenuh hati kepada orang yang akan menikmati. Mereka memberikan yang terbaik di setiap proses hingga terhidang di tempatnya. Bukan yang penting bumbu masuk dan asal jadi. Dan Mamakmu melakukan itu.
Lho, tidak adil dong! Bagaimana dengan kami yang sedang belajar memasak? Kami memasak sepenuh hati tapi hasilnya tidak karu-karuan?Belajar saja terus, jangan lupa untuk memasukkan seluruh isi hatimu di dalam masakan.
Ngga percaya? Coba saja lihat orang yang sedang bersedih, galau atau sejenisnya. Hasilnya tidak akan berbeda jauh. Gosonglah, keasinanlah, terlalu asam, atau mungkin hasil akhirnya tak berbentuk. Hal ini juga terjadi pada hati yang merasakan sebaliknya. Memasak itu selalu tentang hati.

Kembali lagi tentang bakso Malang. Di beberapa tempat di Jakarta, makanan ini memang terasa sangat nikmat, yang paling sering saya kunjungi, bakso malang persis di depan stasiun sudirman di depan alfaexpress. Hanya Rp 15.000.Nikmat? Versi saya, tentu. Versi yang lain, belum tau. Bukankah rasa juga tergantung selera?
Di satu tempat, saya pernah membeli seporsi bakso Malang yang ketika saya makan pertama kali mulai kerja 2017 silam, hingga kini tempat tersebut tak lagi pernah saya injak kembali. Ini yang disebut bakso atau makanan asal jadi. Aroma bakso sangat tidak enak. Kemungkinan-kemungkinan pun muncul di dalam benak.Jangan-jangan daging yang dipakai sudah tidak segar? Jangan-jangan, ini bakso yang diolah dari beberapa minggu lalu, ngga laku lalu dipanaskan kembali?
Ada banyak "jangan-jangan" yang muncul di benak ketika aroma daging baksonya saja sudah terasa tidak bersahabat.Bakso President, Bakso Serbuan Wisatawan Domestik Saat Berkunjung Ke Malang.Berbicara tentang bakso Malang yang marak dan sangat mudah ditemukan di ibu kota bah

Description
: KULINER BAKSO MALANG DAN WARALABA
Rating
: 4.5
Reviewer
: umar-usman
ItemReviewed
: KULINER BAKSO MALANG DAN WARALABA

0 komentar:

Posting Komentar test

Copyright 2017 - 081 327 087 397 | Pembicara Internet Marketing Konsultan Pelatihan Pemasaran Coach Digital Online