Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemimpin yang Hikmat di Mata Dosen Jualan

Tulisan ini tentang emimpin yang Hikmat di Mata Dosen Jualan. Untuk kesekian kalinya, saya dibuat terkagum-kagum dengan guru saya satu ini.

Kamis 20 Februari 2020, saya tiba dirumah beliau pada kisaran jam 1 dinihari. Besok paginya akan banyak agenda yang harus sy tunaikan bersama guru saya. Karena tiba malam hari, beliu dengan rela hati menyediakan kendaraan jemputan untuk saya, menuju tempat istirahat malam itu. Point pertama, guru saya menyediakan jemputan untuk muridnya.

Esoknya, 21 Februari 2020. Di meja NGOPI, saya diajak ngopi sama beliau. Buah, cemilan dan kopi sudah disiapakan untuk saya. Lalu diajak diskusi tentang materi yang akan saya sampaikan di kelas. Point 2, saya disiapkan sarapan. Point ketiga, saya diajak diskusi. Guru saya ini memang unik, sangat humble tapi kalo lagi tegasnya, ampun deh. Saya sudah sering merasakannya.


Sabtu, 22 Februari 2020 beliau ada hajat menikahkan putrinya. Dapat bocoran, tamunnya ribuan. Saya sih tidak terkesima pada jumlah tamu itu. Saya justru kaget pada betapa santainya beliau mempersiapkan acara pernikahan putranya.

Sehari sebelum hajatan, beliau masih saja mengajar di Grounded Leadership Coaching-nya. Masih memimpin acara tumpengan dan pelekatakan batu pertama pembangunan Kampus Terpadunya. Sungguh tak saya lihat keresahan dan kepanikan jelang hajatan besarnya. Pas hari H, pelaksanaan hajatan. Sedianya acara dimulai jam 9 pagi. Jam 8 pagi, kami belum melihat kehadiran beliau di arena sarapan. Rupanya beliau memilih istirahat pagi, tidur di pagi hari. Memilih simpang energi secara maksimal menjelang hajatan itu. 

Kalo seukuran saya, pagi itu adalah pagi yang panik, ribet, riweh memikirkan hajatan itu.
Bagaimana dengan pelaksanaan hajatannya?

Luar biasa, semua acara berjalan dengan sangat lancar. Semua agenda tunai tanpa hambatan, semua panitia bekerja pada tempatnya, pada posisinya, pada tanggung jawabnya masing-masing. Rapi, tuntas, paripurna. 


Guru saya memberikan contoh pada saya. Begini loh seharunya menjadi leader. Leader harus hadir bersama timnya pada saat yang tepat dan dengan porsi yang tepat pula.


Ya itulah, nilai-nilai leadership yang diajarkan kepada saya di berbagai kelas, lewat bincang-bincang kami diberbagai kesempatan. Dan... lebih dari itu, nilai-nilai itu juga diajarkan dengan memberikan contoh pada saya.


Saya dan ribuan muridnya, selalu "dipaksa" hadir mengisi ruang-ruang publik, sosial, ekonomi, spiritual, pemberdayaan dan berkarya sebagai mandat untuk mewujudkan peradaban rahmatan lil alamien.


Selau "dipaksa" membangun dan perkokoh 12 Value dalam diri kita :


1. Percaya diri, punya passion dan spirit tinggi.
2. Bekerja keras, bersyukur, dan sabar.
3. Tekun, tangguh dan berkarakter.
4. Memancarkan energi positif, respect dan melayani.
5. Penghargaan pada kepastian hukum, asas legalitas dan hak kekayaan intelektual.
6. Terus belajar, bertumbuh dan berbagi.
7. Bersilaturahmi, networking, partnership, kolaborasi, sinergi dan toleransi.
8. Tindakan terukur dan disiplin eksekusi.
9. Mengedepankan Kepemimpinan, kaderisasi dan mengelola perubahan.
10. Memotivasi, menginspirasi, dan menghasilkan pertumbuhan.
11. Bangun kualitas dunia pada produk, team, pasar, teknologi dan legacy.
12. Fokus mewujudkan kemakmuran manusia dan bakti negeri dengan spiritualitas tertinggi.


Ya...
12 point yang berat untuk bisa dilaksanakan. Tapi kami amini, bahawa itu wajib untuk terus diusahakan, dikerjakan dan disempurnakan. Terimakasih atas tempaannya gurunda Imam Elfahmi.


Saya selalu bangga menjadi keluarga GBC, karena terus dipaksa untuk bertumbuh, ditempa untuk terus menjadi tangguh.


Saya yakin Anda juga ingin ditempa dan terus dipaksa bertumbuh. Mari menjadi bagian dari keluarga ini.

Posting Komentar untuk "Pemimpin yang Hikmat di Mata Dosen Jualan"

Berlangganan via Email